NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA
Teknologi Perkapalan di Era Kedatuan Sriwijaya
Senin, 15 Januari 2018 - 20:27 WIB

Jalur Rempah/Jakarta

Sejak abad ke-7 kerajaan Sriwijaya sudah terkenal dengan kerajaan maritim yang terkuat pada masa itu. Para pedagang dan penjelajah singgah di kerajaan ini untuk memperjual belikan rempah-rempah.

Para pedagang rempah dari Maluku menjual cengkeh di wilayah Kerajaan Sriwijaya. Para pembeli dari India, Tiongkok, dan Persia tidak langsung mendatangi Maluku karena jaraknya terlalu jauh. Artinya, Kerajaan Sriwijaya pusat perdagangan yang disinggahi oleh banyak bangsa.

Karena pengaruh perdagangan inilah, kemajuan kapal-kapal yang berlayar menjadi semakin canggih pada masanya. Para pedagang pun berlomba-lomba untukmenciptakan maupun memodifikasi kapal mereka sendiri untuk keuntungan mereka.

Para pedagang sendiri memanfaatkan angin untuk pelayaran. Anginlah yang mendorong kapal untuk sampai ke wilayah kerajaan Sriwijaya. Tidak hanya itu mereka juga memanfaatkan gelombang air laut, dan rasi bintang sebagai pedoman navigasi untuk mengarahkan kapalnya pada satu tujuan.

Selain itu, Mereka juga telah mengenal teknologi pembuatan kapal yaitu teknik ikat, teknik pasak kayu atau bambu, teknik gabungan ikat dan pasak kayu atau bambu, serta perpaduan teknik pasak kayu dan paku besi.

Teknologi-teknologi inilah yang dipakai para penjelajah dalam pembuatan kapalnya. Armada Kerajaan Sriwijaya yang kuat dapat menjamin keamanan aktivitas pelayaran dan perdagangan.

Armada Sriwijaya juga dapat memaksa perahu dagang untuk singgah di pusat atau di bandar Kerajaan Sriwijaya.

Artikel Terkini

5 Rempah yang Mebantu Kontrol Gula Darah

Rabu, 24 Januari 2018 - 20:11 WIB