Rempah-rempah Indonesia yang memperkaya kuliner Indonesia di Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 di Frankfurt, Jerman. SARIE FEBRIANE/KOMPAS
Pala, Rempah Seharga Emas
Senin, 18 September 2017 - 12:04 WIB

National Geographic/Jakarta

Pala (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting sejak masa Romawi.

Pala lah yang membawa nama Banda dan Maluku tersohor ke seluruh dunia pada masa romawi karena banyak di gunakan oleh bangsa Eropa sebagai keperluan religi, maupun untuk campuran pada masakan.

Karena nilainya yang tinggi, buah pala merupakan kemewahan yang paling diidamkan di Eropa pada abad ke-17. Khasiatnya bisa menangkal wabah sampar yang nyaris membinasakan London, dan dijadikan obat untuk penyakit pes yang pernah mewabahi Eropa.

@NGIndonesia

Tidak hanya dijadikan obat, Buah pala tidak juga bias menyamarkan bau busuk, tetapi juga memperlambat proses laju oksidasi yang menyebabkan pembusukan.

Pada masa itu, orang-orang Romawi kuno menggunakan biji pala dan biji adas manis untuk mengawetkan daging dan membumbui anggur.

Artikel Terkini

Kota Pelabuhan, dan Jaringan Perdagangan Islam

Minggu, 10 Desember 2017 - 19:31 WIB

Munculnya Kota-Kota Pelabuhan Baru

Minggu, 10 Desember 2017 - 18:26 WIB

Mereka yang Tak Menjejakkan Kaki di Maluku

Kamis, 7 Desember 2017 - 19:35 WIB