IWAN SETIYAWAN/KOMPAS
Lada dari Masa ke Masa
Kamis, 14 September 2017 - 14:27 WIB

National Geographic/Jakarta

Lada merupakan salah satu jenis rempah yang sudah dikenal sejak jaman dahulu kala.  Pada jaman dulu harga lada bisa disamakan dengan harga emas dan batu permata, itu sebabnya penjelajah Eropa berbondong-bondong untuk menemukan pulau penghasil lada.

Lada sendiri berasal dari daerah Ghat Barat, India. Pada tahun 110 SM – 600 SM banyak koloni Hindu yang datang ke Jawa. Mereka itulah yang diperkirakan membawa bibit lada ke Jawa.

Meski lada dari Nusantara telah dikenal sejak awal abad masehi, namun baru menjadi komoditi termahsyur pada abad ke 12.

Para penjelajah Eropa lah yang membuat lada Nusantara semakin dicari di seluruh penjuru dunia. Lada yang dipasarkan ke Eropa tersebut dibawa para pedagang lewat pusat-pusat perdagangan seperti Persia, Arabia, Timur tengah dan Mesir.

Kegunaan lada pada jaman dulu tidak hanya untuk perasa dan penambah rasa pada makanan tetapi juga untuk menunjukkan status sosial seseorang.  Di Eropa pada abad pertengahan, jamuan makan yang disajikan dengan taburan lada menunjukkan stasus sosial orang yang menyantapnya.

Sedangkan di Mesir Kuno, lada hitam digunakan sebagai salah satu bahan dalam proses pembalseman atau pengawetan mayat.

Sejak awal abad ke-15 sampai dengan akhir Perang Dunia II (1942) Indonesia adalah wilayah penghasil lada terbesar.

Hingga kini Indonesia menjadi produsen lada dunia.

Artikel Terkini

Kota Pelabuhan, dan Jaringan Perdagangan Islam

Minggu, 10 Desember 2017 - 19:31 WIB

Munculnya Kota-Kota Pelabuhan Baru

Minggu, 10 Desember 2017 - 18:26 WIB

Mereka yang Tak Menjejakkan Kaki di Maluku

Kamis, 7 Desember 2017 - 19:35 WIB